Cara Seorang Muslim Dalam Menasehati pemimpin

demo1_590x300

 

Jika kita melihat keadaan Sebagian dari kaum muslimin, mereka terkadang kurang

proporsional dan tidak terpuji dalam mengoreksi kekurangan sikap para pemimpin.

Di antara sikap yang tidak proporsional dan tidak terpuji itu dilakukan dalam

bentuk demonstrasi, membuat makar politik sehingga tidak jarang

menimbulkan kekacauan dan keresahan yang lebih besar. Sebagian lain

bahkan menempuh cara teror.

?

ledakan-di-dekat-sarinah-pos-polisi-thamrin

 

Padahal jika kita perhatikan syariat ini,  Banyak kaidah dasar Islam

dalam menegakkan prinsip  amar ma’ruf nahi munkar terhadap para pemimpin.

untuk itu pada artikel ini saya akan membahas bagaiamana “Etika seorang

muslim dalam menasehati pemimimpin”.

 

Namun sebelum kita bahas  “Etika seorang muslim dalam menasehati pemimimpin”,

berikut adalah hal hal  penting yang harus kita ketahui.

 

1.Menasihati pemimpin termasuk perkara yang paling diridhai Allah

Sebagaimana sabda Nabi ;

               “Sesungguhnya Allah rela terhadap tiga perkara dan benci

                terhadap tiga perkara; Dia rela apabila kalian menyembah-Nya, 

                perpegang teguh terhadap tali Allah dan menasihati para pemimpin.

                Dan Allah benci terhadap pembicaraan sia-sia, menghambur-hamburkan

                harta dan banyak pertanya”. (Riwayat Malik (1572), Ahmad (2/367)

 

2.Hakekat Nasihat kepada Pemimpin

Apa maksudnya?

Maksudnya membantu mereka dalam menegakkan kebenaran,

menaati mereka dalam kebenaran, mengingatkan mereka dengan  cara lembut

dan sopan terhadap hak-hak rakyat dan tidak  melakukan pemberontakan.

 

Sebagaimana makna nasihat sendiri yaitu menghendaki kebaikan

pada orang lain dengan cara yang baik.

 

Berikut saya nukilkan perkataan imam Nanawi  yang perlu kita ambil Pelajaran ;

                 “menasihati para pemimpin berarti menolong mereka untuk

                  menjalan-kan kebenaran, mentaati mereka dalam kebaikan,

                  mengingatkan me-reka dengan lemah lembut terhadap kesalahan

                  yang mereka perbuat,

                  memperingatkan kelalaian mereka terhadap hak-hak kaum muslimin,

                  tidak melakukan pemberontakan dan membantu

                  untuk menciptakan stabilitas negara.

                  Nasihat yang paling penting adalah mendatangi mereka

                  dalam rangka menyampaikan kekurangan dan kebutuhan umat

                  serta menjelaskan kelemahan para pejabat,

                  khususnya hal-hal yang berdampak negatif bagi umat.

                  Mengingatkan agar takut kepada Allah dan hari akherat,

                  mengajak mereka berbuat kebaikan dan melarang kemungkaran

                  serta mendorong mereka agar hidup seder-hana dan wara’.

                  (Syarh Shahih Muslim 2/32)

 

Subhaanallah !!!  itulah nasihat yang berharga dari seorang ulama

yang sangat karismatik yang perlu kita jadikan pelajaran.

 

Memang benar,  pada saat ini ada sebagian pemimpin yang menyalahi syariat,

namun apakah dibenarkan jika cara yang kita tempuh dalam menasehati

pemimpin yaitu dengan cara cara tidak proporsional dan tidak terpuji

seperti yang sudah saya jelaskan diatas?

 

Mari kita buka kacamata yang selama ini menghalangi kita melihat kebenaran.

Perlu anda ketahui bahwa Islam memiliki etika tersendiri  dalam menasihati para pemimpin

bahkan mempunyai kaidah-kaidah  dasar yang tidak boleh diabaikan,

 

Apabila menasihati kaum muslimin secara umum perlu memakai kaidah dan etika,

lalu apakah menasihati para pemimpin tidak perlu memakai kaidah dan etika?

Sangat tidak logis…

Justu menasehati seorang pemimpinlah yang perlu memakai  kaidah dan etika.

 

Perhatikan hadist nabi yang diriwatkan Hisyam Ibnu Hakam bahwa Nabi bersabda:

               “Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin, 

                maka jangan dilakukan secara terang-terangan.

                Akan tetapi nasihatilah dia di tempat yang sepi,

                jika menerima nasihat itu, maka sangat baik

                dan bila tidak menerimanya, maka kamu telah

                menyampaikan kewajiban nasihat kepadanya”.

                (Imam Ahmad (3/403),

 

Jika kita perhatikan hadist  diatas  “Barangsiapa yang ingin menasihati pemimpin,

maka jangan dilakukan secara terang-terangan” ini menunjukan bahwa

menasehati pemimpin secara terang terangan tidak dianjurkan dalam islam.

“jika menerima nasihat itu, maka sangat baik dan bila tidak menerimanya,

maka kamu telah menyampaikan kewajiban nasihat kepadanya”.  

Dari hadist ini sangat jelas sekali bahwa tugas kita  hanya menyampaikan,

menerima atau tidak menerima itu urusan dia dengan allah.

 

Berikut perkataan Syaikh Abdul Aziz bin Baz:

                 Menasihati para pemimpin dengan cara terang-terangan

                 lewat mimbar-mimbar atau tempat-tempat umum

                 bukan cara atau manhaj salaf, sebab demikian itu akan

                 mengakibatkan keresahan dan menjatuhkan martabat

                 para pemimpin, akan tetapi manhaj salaf dalam menasihati

                 pemimpin adalah dengan mendatanginya, mengirim surat

                 atau menyuruh salah seorang ulama yang dikenal

                 untuk menyampaikan Nasihat tersebut.

                 (Fatawa Muhim–mah hal. 27)

 

jika kita mau menelaah perkataan para ulama dalam masalah ini,

maka kita akan dapati banyak sekali perkataan perkataan yang serupa.

 

Dan Sebenaranya ada perkataan perkataan ulama yang lain

Seperti Imam al-Fudhail bin, Imam Syafi’i dan yang lainnya,

dalam masalah menasehati pemimpin , namun saya rasa sudah cukup.

semoga kita dipahamkan dalam etika dalam menasehati pemimpin.

penulis : Reva haetami

sumber : Fatawa Vol.III/No.06 | Mei 2007 / Rabiul Akhir 1428 

               Imam Ahmad (3/403), 

               Haqiqatul Amr bil Ma’ruf wa nahi ‘anil Mungkar,

               Dr. Hamd bin Nasir Al Ammar. Hal. 119 – 141 [ Redaksi ]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s